Jumat, 31 Desember 2010

Outbond Teefasque

Tanggal 25 Desember 2010, adalah hari H pelaksanaan Outbond Teefasque yang pertama. Outbond ini bertujuan untuk mengisi kegiatan akhir tahun dan tentunya juga untuk melatih para Teefasquers untuk menyelenggarakan kegiatan atau menjadi panitia. Inilah kegiatan Teefasque dalam berlatih menjadi panitia.

Kegiatan ini, dimulai dari survei tempat. Survei dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2010 oleh Nurul, Naufal, Galih, Dimas, dan Bu Emi. Dengan mengendarai sepeda, Bu Emi mengantarkan keempat remaja tersebut ke tempat tujuan yang mana mereka mengendarai sepeda motor. Target utama mereka adalah ke sungai. Setelah sampai di lokasi, mereka berempat langsung terjun ke sungai. Setelah itu ke timur (keluar dari sungai) untuk mencari jalan. Dengan bertanya-tanya warga sekitar, lalu mereka putuskan untuk menjadikan daerah sekitar pondok pesantren Raudhatul Muttaqin sebagai rute Outbond.

Keluar dari daerah Ponpes, mereka mencari jalan sambil berlari dikarenakan jarak yang lumayan jauh. Sampai di pertigaan, mereka belok kekiri. Nah, disitulah mereka menemukan kandang ayam yang mereka jadikan sebagai pos 2. Setelah itu, mereka kembali ke tempat dimana mereka memarkirkan sepeda motor.

Langkah kedua adalah rapat. Rapat dilaksanakan malam hari (ba'da isya') pd hari itu juga. Sang ketua (Naufal) menerangkan rencana rute outbond (peta) yang digambar oleh Galih kepada para Teefasquers.

Rapat tidak hanya dilakukan 1 kali, tetapi 4 kali rapat. Salah satunya dilakukan di rumah Riris yang pada saat itu baru pulang dari Rumah Sakit karena selesai operasi.(23 Desember 2010)
Hari H telah tiba. Outbond telah siap dengan sistem kepanitiaan
  1. Naufal dan Nifa menjaga pos utama;
  2. Nurul, Adji, dan Galih menjadi penunggu di pos 1 (sungai);
  3. Kinan dan Putri bertanggung jawabatas pos 2 (kandang ayam);
  4. Fatma dan Shasha sebagai penilai atas kekompakan peserta;
  5. Lily dan Nana menilai kesopanan peserta;
Pos 3, all crew, dengan penunggu awal dari pos utama dan pos 1.Outbond berjalan dengan lancar. Hanya saja ada sedikit kekacauan antara pos 1 dan pos 3. Di pos 3 semua peserta menjadi kesal karena menunggu panitia dari pos 1 selama <span>+</span>30 menit. Sambil menunggu panitia datang, mereka foto-foto bersama. Saat Nurul (dari pos 1) datang, permainan segera dimulai yaitu pemadam kebakaranUntuk peserta putra mereka bermain perang-perangan yang dipimpin oleh Naufal, Galih, Nifa, dan Adji. Ini adalah permainan terakhir dari Outbond Teefasque.

Permainan Outbond di akhiri dengan pembagian hadiah. Bagi yang nilainya tertinggi yaitu jumlah nilai dari pos 1 sampai pos 3, kelompok itu akan menjadi pemenang. Untuk kelompok putra dimenangkan oleh kelompok 4 dan untuk kelompok putri dimenangkan oleh regu A.
Setelah itu adalah evaluasi oleh para Teefasquers. Mulai dari pos utama kesalahannya ialah jarak keberangkatan yang terlalu dekat (3 menit) sehingga mereka berkumpul di pos 1.

Yang kedua adalah kekurangan perkap, yaitu terjadi kesalahan komunikasi antara rencana dengan pelaksanaannya. Rencananya ialah setiap peserta diberi 3 plastik tetapi pelaksanaannya diberi 5 plastik.

Ketiga, kelompok 2 menunggu kelompok 1 untuk dijadikan lawan  di pos 2 terlalu lama. Hal ini disebabkan kekurangan plastik di pos 1 sehingga mereka harus menunggu dibelikan plastik dulu oleh Pak Bos (Naufal).

Keempat, kelompok A dan B menunggu (panitia) lumayan lama di pos 3, penyebabnya sama seperti evaluasi ketiga sehingga panitia harus menunggu pesertanya sampai tuntas.

Kelima, peserta terlalu asyik bermain di sungai. Pada saat Naufal membelikan plastik, penunggu pos 1 mengajak para peserta untuk perang-perangan dari sisa balon yang ada. Saat Naufal sudah datang dengan membawa plastik, mereka masih tetap ingin perang-perangan walaupun sudah dihentikan oleh panitia. Nampaknya, ini bukan kesalahan pesertanya tapi kesalahan penunggunya juga. Nah, ini merupakan sebuah pelajaran "kalau sungai sebaiknya dijadikan pos terakhir saja.
Lalu ada usulan dari beberapa (1-2-3) orangtua bahwa jaraknya terlalu jauh untuk anak kelas 1 SD, hal itu akan dipertimbangkan.

..................................................................................................................................................

Terimakasih kepada semua pihak yang terlibat :
  1. Ta'mir Masjid Al-Ikhlas
  2. TPA Masjid Al-Ikhlas
  3. Bu Rini
  4. Bu Emi
  5. Bu Yuli
  6. Bu Budi
  7. Kepada semua panitia
  • Kinan
  • Adji
  • Nurul
  • Lily
  • Nana
  • Riris
  • Naufal
  • Putri
  • Wildan
  • Cherryl
  • Galih
  • Dimas
  • Fatma
  • Lukman
  • Shasha
  • Nifa
8.  Kepada semua peserta
9.  Kepada semuanya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu
.

Selasa, 28 Desember 2010

Merapi Pasca Erupsi

Jum'at lalu (24/12) aku menyempatkan diri ke daerah-daerah yang terkena awan panas gunung Merapi. Aku pergi sama bapakku naik motor. Pertama, aku mengunjungi kecamatan Argomulyo.

Betapa memilukan ketika aku melihat keadaan sekitar kali yang berhulu di Gunung Merapi. Pohon-pohon hangus akibat terjangan awan panas atau bahasa fisikanya awan piroklastik. Rumah-rumah wargapun ikut jadi korban terjangan awan tersebut. Keadaan yang aneh yaitu suhu udara. Karena masih ada material gunung yang panas, jadi suhu udara tidak panas dan tidak dingin. Aroma yang tercium hanyalah bau belerang saja.

Yang kedua, aku mengunjungi tempat tinggal Alm. Mbah Maridjan, yaitu desa Kinahrejo dan sekitarnya. Aku dan bapakku sempat bertanya letak dari desa tersebut. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan. Untuk masuk ke lokasi bencana, kami harus membayar Rp 12.000,- dengan rincian sebagai berikut.
  • Rp 5.000,-/orang
  • Rp 2.000,- untuk parkir.
Setelah masuk ke lokasi bencana, pohon-pohon, rumah-rumah tumbang dan tidak ada yang berdiri. Kami sempat muter-muter desa. Desa yang dulunya hijau rindang kini menjadi gersang dan panas. Karena pada waktu itu tepat di hari Jum'at, maka kami kembali ke rumah. Waktu perjalanan pulang ke rumah, kami melihat banyak warga dan anak-anak yang meminta sumbangan untuk pembangunan desa mereka.

Itulah pengalaman yang pernah kualami.:D

Senin, 15 November 2010

Kisah tersedih di sekolah pada hari Sabtu

    Pada kala itu, aku merasa sedih.
   Pada pagi hari, aku maju presentasi bahasa Inggris. Lalu akhirnya aku berhasil melampaui ujian itu. Ketika siang harinya, bolpen milikku  satu-satunya di hancurkan oleh seorang temanku. Tidak hanya bolpen, tempat pensil milik adikkupun menjadi sasarannya. tempat pensil itu, berasal dari besi. Sekarang tempat pensil itu tinggal kenangan.
   Aku tak menyangka, hariku akan jadi seperti ini. Sepertinya aku ingin menjerit saja


wwwwwwuuuuuuuuaaaaaaaaaa.........:(